Salah satu dari sekian banyak permasalahan dakwah adalah problematika da’i yang tidak bisa menjaga perasaanya. Intensitas yang terlalu sering beriteraksi antara akhwat dengan ikhwan atau sebaliknya yang notabene mereka adalah partner kita, mekipun sedikit namun saya yakin pasti pernah mengalami gejolak hati terhadap sang partner tersebut. Kagum, sebel, marah dan bahkan jatuh cinta pada mereka adalah hal yang manusiawi dan tidak dilarang. Cuma permasalahannya adalah bagaimana menyikapi perasaan tersebut.
Di antara sekian gejolak hati itu, hal yang sering kali terjadi adalah fenomena VMJ. Virus-virus hati yang tidak hanya menggerogoti dua insan yang bersangkutan tapi juga kesucian dakwah dan berdampak pada image jamaah. Kalau lah jatuh cinta pada lawan jenis itu dilarang niscaya Khadijah tidak akan melamar Rasulullah. Dan Fatimah tidak akan pernah mengungkapkan perasaannya pada Ali bahwa ia pernah mencintai seorang laki-laki sebelum menikah dengan Ali. Ketika ditanya oleh Ali, “Apakah kamu menyesal menikah denganku wahai Fatimah?”. Apa jawaban Fatimah?
“Aku tidak menyesal. Karena orang yang aku cintai adalah engkau”
Luar biasa!! Keagungan cinta yang terpendam, yang tidak pernah terjamah oleh siapa pun dan tetap terjaga kesuciannya hingga tak ada satu pun orang yang tau sampai tiba saatnya. Karena ketika “rasa itu” keluar sedikit saja dan diketahui oleh selain kita, pasti rasa itu akan terjamah oleh orang dan bisa jadi akan terkontaminasi oleh hal-hal yang bisa menyebabkan timbulnya fitnah dan akan semakin membuka lebar pintu buat syetan untuk menodai cinta itu.
Kepada siapa pun, para aktivis dakwah yang pernah atau sedang mengalami gejolak hati, mohon dijaga rasa itu agar tidak keluar. Jangan mempertimbangkan diri sendiri, apakah “si dia” tersebut juga punya “rasa” yang sama dengan kita atau jangan-jangan kita kedahuluan oleh orang lain bila tidak segera mengungkapkannya? Permasalahan cinta para aktivis tidak sebatas itu. Ada “embel-embel” jamaah dan dakwah dibelakangnya. Sehingga ketika cinta itu terkontaminasi, efek kontaminasi itu juga akan berimbas ke jamaah. Kita hidup tidak sendirian saudaraku. Apalagi bila engkau berada pada posisi leader/qiyadah. Efek VMJ yang terjangkit pada staf/jundi berbeda dengan efek yang apabila virus itu terjangkit di tubuh para qiyadah. Karena qiyadah adalah figur teladan dan pusat perhatian bagi staff-staff. Kesalahan kecil yang dilakukan oleh qiyadah berbeda efeknya dengan kesalahan yang dilakukan oleh staff. Bayangkan kalau qiyadah yang menjadi pusat teladan, dia kilaf dan terjangkit oleh virus itu! Bukankah kita sudah cukup sakit hati dengan gosip-gosip buruk terhadap jamaah dakwah kita? Tidakkah kita takut kalau dakwah ini akan ternoda? Apatah jadinya kalau yang membuat noda itu adalah kita? na’udzubillah. Rasa tertarik pada lawan jenis adalah fitrah, maka jagalah fitrah itu agar tetap suci dan tidak dikontaminasi dan mengkontaminasi siapapun, apalagi dakwah.
Disisi lain yang berbeda, mungkin kita bisa dikatakan bebas virus yang satu itu. Tapi syetan tidak berhenti
sampai disitu. Syetan akan berusaha menanamkan perasaan yang kontra dengan rasa itu. Bukan perasaan cinta, tapi sebaliknya, kebencian. Berawal dari kekecewaan terhadap ikhwan atau akhwat sebagai partner kita. Dan kemudian dibiarkan terus menerus tanpa ada tabayun dan dipendam terus akhirnya lama kelamaan akan menjadi dendam atau benci. Sehingga tidak lagi bisa merasakan keindahan ukhuwah.
Cinta dan Benci [ bukan "benar2 cinta" lho
] merupakan permasalahan hati yang sama namun perbedaan adalah terletak pada “cinta” harus dipendam [cukup simpati=simpan dalam hati] dan dijaga kerahasiaannya. Masalah cinta itu sampai ke “si dia” atau tidak itu urusan Yang Maha Mencintai. Sedangkan kebencian harus ditabayun agar ukhuwah tetap terjaga. Spakat?
Bangil, 20 april 08
ada yg coment kalo terlalu kaku jadi dinilai ekstrim. kalo terlalu cair rawan vmj. Lha klo yg sedang2 ini yg susah……..jadi bingung bersikap gmn? mungkin yg paling aman yg kaku paling ya..lebih terjaga.
Oleh: loe_c on April 21, 2008
at 6:45 am
SETUJU > > > >
Alhamdulillah . . . . Ada sedikit jawaban . . . .
Oleh: lilmessenger on April 25, 2008
at 3:56 am
Wah…ternyata hal ini sdah menjadi pembicaraan yg hangat dikalangan aktivis. Dulu ketika aq masih SMA….sangan terpesona dengan ikhwan-akhwat senior yang udah berguru di PT. Salut. Sampai2 q termotivasi untuk terus bisa kuliah biar bs menikmati indahnya perjuangan dakwah kampus…mengikuti jejak mas2 dan mbak2q. Waktu itu…dalam benakq ikhwan dan akhwat sangat menjaga interaksi masing2. Ada yang bilang…ketika qt aktif, godaan dengan lawan jenis sangat banyak. Kala itu dalam benakq…MASAK IYA TA? ORANG YG SUDAH PAHAM BS TERGODA?
Namun , seiring berjalannya waktu. Ketika kini aq sudah merasakan sendiri lika-liku kehidupan kampus, ternyata benar. Godaan itu benar2 nyata. Apalagi interaksi ikhwan-akhwat di kalangan aktivis terasa semakin longgar. (Tidak seperti zaman bapak2 dan ibu2 dulu ). Maka tak ayal…virus2 baru mulai bermunculan dikalangan aktivis, menggerogoti secara perlahan namun pasti bangunan dakwah ini. Mulai dari HTS sampai yg bener2 VMJ.
Ini adalah PR bersama qt untuk mengobati virus ini. Dimulai dari diri sendiri. Dengan senantiasa berusaha menjaga diri terutama menjaga hati ( bagian yang paling rawan) dan bertindak tegas ketika mulai ada hal2 yang mulai menyimpang.
Oleh: phuxs_at165 on April 25, 2008
at 7:43 am
iya mungkin kita harus jd akhwat yang “galak” kali ya kalao sm ikhwan… tp kalao sm akhwat ya… kbl ke asli nya..tulisan diatas cuma skdar pengingat buat sy juga…ayo tobat bareng2…dakwah tll suci untuk di nodai dgn VMJ. Kalau lah jodoh pasti ketmu…siapa pun, dgn melalui siapaun meski bukan murobbi…cair mungkin gpp tp pokok ojo vmj dan gak perlu ada guyon2 yg gak mutu (hafalannya ntar ilang–> kata kang abik pas SPI kmrn)
Oleh: ikwanti on April 25, 2008
at 9:01 am
Wah..wah..dunia dkwah kmpus emg bueda bgt ma dnia dkwah skolah..kalw g hti2 bwa hti…bsa gawat..
So,jgalah hati jgn kau nodai…
Bwt te2h+akang yg udh t’lanjr vmj,cpt2 sdar ñ kemblikan cintax pda Sang pemilik cinta hakiki…SmangKa(smangat kawax)
Oleh: fauziah_IPB on Maret 6, 2009
at 6:17 am
eya tuch gimana yach klo aktifis dakwah jadi kesetrum cinta ech jadi lupa kiblat and niatnya dech!padahal niat awal untuk berjuang& berdakwah tapi dan terlanjur nyemplung duluan ke kubangan lumpur………(eittszz..jd slh ngomong!!!)mksudnya ke kubangan cinta cos hawa napZu…ya dach dech kagak apa-apa,It’s ok!ingak-ingak thiiiiiiiinx” luruzkan niat awalnye”,@_@
Oleh: paijo on Maret 6, 2009
at 10:52 am
Ketika cinta bertasbih. klw ikhwan akhwt jth cinta. tdk ada yg bsa mgusir kecintaan it,slain rasa takut kepda Allah yg menggetarkan hati !
Oleh: Ane on Juni 25, 2009
at 8:55 am
mencintai, dicintai fitrah manusia… (the fikr)..
suatu permasalahan lawas namun masih sering terjadi, tidak hanya dikalangan aktv. dawah namun juga hampir pd semua org..
utk yg mengaku ADK, ataupun sejenisnya, luruskan niat, jgn mengotori hati hanya dengan VMJ (Virus merah jambu) yg kemungkinan rasa itu dipengaruhi rasa cinta syetan (cinta nafsu) atopun rasa cinta manusia (hanya ketertarikan)…
sedikit tips:yakinkan pd diri sendiri bahwa Allah menciptakan manusia itu berpasang2an, siapapun itu, kapanpun waktunya, Allah telah mengatur pasangan sesuai dengan kualitas qt sendiri (yg se-kufu) walaupun tetap harus ada unsur ikhtiar. Kita tidak perlu bingung2 memikirkan, cuman tinggal mempersiapkn jika mmg sudah waktunya supaya RT yg dibangun berkah (karena berkah tdk hanya dimulai ketika pernikahan sdh trjadi, namun juga dr proses prnikahan itu sendiri apakah lewat pacaran, rasa naksir dr cinta monyet-cinta g0rila,atau lewat ta’aruf lewat murobi dll). Jika dr awal proses sudah berkah, insaAllah RT yg dbangun akan berkah…
Qt jg tinggal mendoakan calon pasangan qt: supaya “dia” selalu dlm lindunganNya, selalu dlm keadaan istiqomah menjalankan perintah Allah dan meningkatkan kualitas keimanan & silahkan tambahkan sendiri do’a2nya, walaupun qt belum th syapa calon pasangan qt…
namun yg perlu di ingat, qtpun harus meningkatkn kualitas qt; jk qt menginginkan pasangan yg phafal Al-Quran, mulailah dg diri qt utk terus mhafal Al-Quran dst….
mungkin klasik ato terlalu teoritis, namun bisa dicoba, jd qt tetap bisa Low Profile menjalankn aktivitas tanpa d embel2in VMJ…
Wallohu’alam … semoga bermanfaat terutama utk sy sendiri….
LuV U aLL, coz Allah…….
Oleh: D on September 5, 2009
at 5:59 am