Meskipun telah diberitakan di okezon bahwa berdasarkan penelitian air ponari memang mengandung kristal dibandingkan dengan air tawar biasa, namun ternyata kristal itu tidaklah istimewa. Air yang mengandung kristal hexagonal memang bermanfaat antara lain : meningkatkan kandungan oksigen terlarut dan meningkatkan daya serap nutrisi, memberikan vitalitas pada sel itu sendiri, meningkatkan kemampuan sel membuang racun dan asam buangan, terciptanya kesehatan sel, penyakit tidak dapat berkembang dalam sel dengan lingkungan air hexagonal, meningkatkan kualitas cairan sel tubuh dan memberikan energi pada sel. Selain itu juga dapat menambah sistem kekebalan tubuh.
Namun Dinas Kesehatan Jatim yang menemukan kristal hidrogen dalam air Ponari itu menyatakan bahwa hasil itu dinilai tidak istimewa. Air ponari bukanlah termasuk golongan air hexagonal. Lalu kenapa air ponari bisa ada kristalnya sedangkan air biasa tidak ada kristalnya? Apakah kristal itu bermanfaat?
Seperti diberitakan di jawapos, Menurut dr Widayat, ”air apa pun yang terkena benda asing semisal batu atau tangan, otomatis akan mengandung kristal. Begitu juga jika terkena kotoran atau debu. Bentuknya pun bisa bervariasi. Namun, umumnya, kristal-kristal itu berukuran 1,7 hingga 1,8 mikron. Dampaknya, sifat awal air yang awalnya homogen menjadi heterogen. Namun, kristal itu hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron.”
Hal yang sama diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Jatim dr Herlin Ferliana. Menurut dia, terdapatnya kristal hidrogen dalam air Ponari adalah hal yang sangat lumrah. ”Ya jelaslah. Wong airnya sudah tidak steril. Ini sama saja dengan membandingkan air kobokan antara sebelum dan sesudah digunakan,” urainya.
Dari penuturan para pasien yang mengaku sembuh yang kini menjadi obyek penilitian tim dokter, secara sepintas memang tidak ada hubungan antara kesembuhan penyakit mereka dengan air Ponari. Sebagai contoh, ada seorang ibu yang awalnya punya tiga benjolan di tubuhnya. Namun, setelah berobat ke Ponari, dua benjolan itu hilang entah ke mana. Benjolan itu disangkanya tumor kanker. Perempuan tersebut menyangka bahwa tumor itu hilang karena minum air Ponari. Padahal, benjolan itu bukan tumor, tetapi bisul. Dan, itu bisa kempes dengan sendirinya. Ada juga warga bernama Fathoni mengaku batu ginjalnya keluar dengan sendiri setelah minum air ponari. Padahal sebelumnya Fathoni telah diberikan suntikan puskopan yang berfungsi untuk melonggarkan saluran ureter. Jadi jika batu ginjalnya keluar adalah karena suntikan itu, bukan karena air ponari.
So bisa disimpulkan bahwa air kristal ponari bukan penyebab kesembuhan. Justru kita harus berhati2 kalau mau minum air ponari yang jelas2 higienisnya diragukan. Malah bisa kena dosa karena mengandung syirik gara2 percaya sama batu. ^_^
betul ! saya pikir mereka yang sembuh setelah minum air batu Ponari disebabkan sugesti pasien yang amat sangat ingin sembuh. Orang-orang Arab Jahiliyah yang menyembah berhala aja tidak mencelupkan batu ‘hajar aswad’ ke ’sumur zam-zam’ untuk mengobati penyakit yang mereka derita pada pra Islam.
Salam dari tenggara kalimantan, mampir yo ke blog-ku di http://www.imisuryaputera.co.cc
Oleh: imi surya putera on Maret 2, 2009
at 5:26 am
lha wong dukun kok diteliti secara ilmiah, nggak mungkin ketemu. Makanya baca dulu suul.multiply.com dijamin puass hahaha
Oleh: asul on Maret 3, 2009
at 6:05 am
Pengobatan itu ada 2 yaitu medis dan non medis. Semuanya bagus, asal tetap berprinsip yang menyembuhkan itu Tuhan. Walaupun kita berobat melalui dokter tapi kalau berkeyakinan dokter itu yang menyembuhakn , ya sama saja itu jatuhnya sirik juga kan.
Pernah seorang Gubernur di Indoesnia, dulu, sakit di perutnya. Setelah di operasi ternyata ada paku didalam perutnya,setelah dioprasi ternyata pakunya tidak ada. Dokter dari Jepang yang menelitinya bingung bukan main. Itu contoh bahwa ada sesuatu yang gaib dibalik alam nyata ini. dan kita harus percaya.
Oleh: prim on Maret 6, 2009
at 2:50 am
he he he……
http://gonggoitem.wordpress.com/category/uncategorized/
Oleh: CALEG JUJUR on Maret 6, 2009
at 9:47 am
aku setuju dengan mas prim
tapi yang maha menyembuhkan gusti alloh
Oleh: harisahmad on Maret 6, 2009
at 9:48 am