Oleh: ikwanti | April 21, 2009

mengejar istana langit

Dari dulu aku sangat iri dengan para Murobi/ustad/ustadzah. [iri karena kebaikan kan boleh...:)]. Mereka punya peluang besar untuk mendapatkan istana di surga. Ku lupa bunyi dalilnya bagaimana, yang sering kudengar “yang memudahkan nikah seseorang akan mendapatkan istana di surga”. Yup, just it!! Riwayat itu benar2 luar biasa bagiku. Meski ku sendiri juga belum nikah tapi demi Sang Penggenggam Hati ini, demi cintaku pada-Mu ya Rabb, demi cintaku pada saudara-saudaraku ya Rabb dan demi jiwaku yang belum Engkau panggil ya Rabb ijinkan aku mengejar istana-Mu.

Tetapi mencarikan jodoh untuk seseorang tidak semudah mencari barang di pasar. Dan tentu saja menurutku ada adabnya. Kawan, tidak kah engkau juga menginginkan istana surga itu? Tapi hati-hati, ada beberapa hal engkau perlu diperhatikan agar tidak tersasar ke istana di neraka. Pertanyaannya; “Bolehkah orang yang belum menikah membantu memproseskan nikah orang lain?” Dalam hal ini mencarikan “calon pendamping” untuk orang lain. Ku pernah menanyakan hal ini ke salah seorang mantan petinggi/qiyadah kampus. Beliau sudah berkeluarga. Beliau mengatakan boleh saja tetapi demi penjagaan sebaiknya diserahkan kepada orang yang sudah nikah. Karena dikhawatirkan bisa jadi “si dia” lebih cenderung ke kita bagaimana. Aku sendiri membenarkan pendapatnya. Tapi kalau aku sendiri tidak bisa menunggu sampai aku nikah dulu baru mengambil kesempatan itu. Karena kita tidak pernah tau kapan jiwa ini akan kembali kepada Pemiliknya. Akhirnya ku jadi berpikir ya bagaimana caranya biar dia tidak cemderung ke kita. Ini hanya pemikiran dan pengalamanku, mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran bersama. Allahu’alam.

Pertama, pastikan kedua belah pihak yang akan kita pertemukan tidak ada kecenderungan terhadap siapapun dan telah siap melangkah ke jenjang yg serius; nikah. Karena jika salah satu pihak sudah mempunyai kecenderungan kepada seseorang, meski dia menyatakan siap untuk di proseskan dengan orang lain, bisa jadi suatu saat akan mendhalimi. Misal dengan memutuskan proses tersebut ditengah jalan dengan alasan yang tidak syar’i karena menjadikan proses tersebut hanya sebagai pelampiasan kekecewaannya yang tidak bersambut. Kalau sudah begitu pasti bikin sakit hati pihak yang lain. Mengutip kata temen, “orang nikah itu ada 2; Pengen nikah. kalo pengen nikah dia akan pilih2, macem2 alasannya. Dan siap nikah. kalo siap nikah, begitu kriteria oke akan lanjut terus.” Tetapi kalau dia belum siap, ya jangan dilanjutkan. cari referensi yang lain. Faktanya ada ikhwan yang mengejar akhwat yang belum siap. Kalau bahasanya temen2 “ngedip”. Saya sendiri tidak sepakat dengan hal itu karena bisa merusak niat, dan mungkin itulah yang sering dinamakan VMJ. tapi allahu’alam.

Kedua, selidiki dulu jika kita akan memproseskan orang tersebut, kira2 dia akan cenderung ke kita atau tidak. Kalau dari awal sudah terlihat gelagat akan cenderung ke kita, sebaiknya kita menghindar. Cari yang lain.

Ketiga, begitu sudah ketemu dengan orang yang kira2 cocok dan sudah mengkonfirmasi kedua belah pihak bersedia di proseskan, selanjutnya urusan itu baru diserahkan ke orang yang kita percaya dan sudah menikah tentunya. Kenapa? untuk penjagaan tadi, karena hati itu mudah terbolak balik . Jadi peran kita hanya sebagai penjembatan. Proses selanjutnya biar ditangani orang yang sudah nikah.

Terakhir jangan lupa berdoa minta yang terbaik buat mereka. Karena kita tidak pernah tau mana yang baik. Bisa jadi menurut pandangan kita baik ternyata Allah menilainya lain.

Ya mungkin itu sedikit pelajaran buat kita. Meski belum nikah bukan berarti tidak ada kesempatan untuk mengejar istana langit. Right bro?  :) Buat adek2ku dan temen2 jangan maen menawarkan orang ya…paling tidak perhatikan beberapa hal diatas…allahu’alam kadang diri ini pun sangat dhalim….astaghfirullah…teriring doaku pada saudaraku nun jauh disana, semoga kalian diberi yang terbaik, dan semoga bisa jadi ladang amal bagi anti mbak….amin…dan moga ku pun bs menginjakkan kaki di istana itu


Tanggapan

  1. pengen banget tuh istana di langit…spt apa ya..???
    yg jelas kayaknya jauh lbh indah ….

    InsyaALLOH ada saatnya bu…he..he…he..
    Islam itu emang indah dan complete…

    Salam Ukhuwah

  2. tentang dalil hadits itu apa benar riwayatnya demikian dan kalau boleh tahu siapa perawinya


Beri tanggapan

Your response:

Kategori