Sebenarnya pergi ke lokasi lumpur Lapindo ini ndak di sengaja . Pas lewat saja dari Surabaya mau Taman Safari Prigen berhubung melewati dan ibu juga penasaran dg kondisi Lapindo terakhir akhirnya kita mampir deh…
Ditengah hiruk pikuk lalu lintas Porong yg macet, kita pinggirkan mobil buat parkir…eh eh ternyta buat parkir aja ditarik Rp 10.000,- !!!
Ketika itu cuaca lagi mendung, tetap panas tapi ndak terlalu. dari parkiran kita jalan kaki melewati rel kereta api yg sudah tidak difungsikan dan naek ke atas (naek ke tembok pembendung lumpur yg sudah menyamai bukit) melalui tangga yg terbuat dari kayu. Disana ada penjaga dan orang2 yg duduk2 santai. Ternyata mereka adalah orang2 yg kreatif memanfaatkan bencana ini buat jadi duit. Untuk naek ke atas bukit lumpur melalui tangga ini per orangnya dikenakan tarif Rp 10.000 (PP/naek turun).
Dan inilah kondisi dsna skrg:
Sejauh mata memandang hanya lumpur yg terlihat, dulu di awal2 lumpur ini cair…skrg terlihat padat, namun jauh dipusatnya disna masih terlihat kepulan asap yg masih menyemburkan lumpur terus menerus.
Tanggul pembendung lumpur yg tinggi dan telah berumput kini menyerupai bukit…padahal dulu jalan ini rata dengan jalan yg menjadi lalu lintas disampingnya
Meskipun tarif yg dipungut oleh warga buat naek turun tangga yg hanya terbuat dari kayu seadanya menuju lokasi lumpur cukup mahal Rp 10.000/orang, namun pengunjung tetap mau memanfaatkannya




Komentar Terakhir