Oleh: ikwanti | 29 Januari 2009

Pertolongan Allah itu sangat dekat

Juli 2008 kemarin, adalah detik-detik terakhir mempersiapkan ujian Tugas Akhir alias TA alias skripsi. Subhanallah, ternyata ujian orang yang mau lulus itu tidak sekedar sidang TA. Berbagai macam ujian kehidupan pun turut menyemarakkannya, menguji apakah diri ini siap untuk menjadi lebih dewasa setelah lulus di perguruan tinggi formal. Dewasa secara pemikiran ilmiah dan kehidupan yang terindikasi dari kematangan atau kestabilan emosi jiwa.
TA ini benar2 menyita perhatian, namun ku pun tak juga bisa fokus di TA saja, ada amanah lain yang tak boleh ditinggal, amanah dakwah, pembinaan dan membina. Lama sudah aku tidak bisa pulang kampung dan sudah berhari-hari pula nglembur dan mungkin jarang tidur dan makan. Fotokopi dan kebutuhan ngeprint kertas cukup banyak, akhirnya ku putuskan untuk beli printer. Untuk kertas saja habis ratusan ribu, fotokopi pun juga habis beratus-ratus ribu. Keuangan sudah menipis, namun uang yang dipinjam teman lama belum dikembalikan.Kalau benar2 tidak terpaksa aku tak akan menghubungi orang rumah. Akhirnya jatah makan ku kurangi. Dan harus lebih sering puasa. Ditengah dedlen TA yang semakin mepet, masyaAllah namanya masalah kok ada-ada saja..mulai dari permsalahan dengan teman yang sangat tidak mengenakkan bahkan membawa nama jamaah dan teror, permasalahan adek2 binaan, uang kontrakan yang belum lunas, dan H- 2 minggu sidang, laptopku mati…MATI. Padahal semua data yang harus kupresentasikan nanti pas sidang ada disitu. Panik benar saat itu, aku langsung pinjam motor teman pergi ke THR. Saat petugasnya bilang, “maaf mbak harus di inapkan bbrp hari., ndak bisa langsung selesai 1 hari reparasinya karena kemungkinan perlu ngganti komponen hardwarenya.” Ya Rabbi…3-5 hari aku tidak bisa ngapa2in. Karena bingung ku tlp dosen pembimbingku, suaraku terbata-bata menahan tangis, beliau pun ikut panik, beliau berjanji akan membantu mencarikan komputer buatku. Tapi mau pindah ngerjain di komputer lain juga susah, harus ngganti settingannya apalgi aku g kebagian komputer di lab TA, di Ces.net juga g kebagian komputer, alhamdulillah ada laptop. Ya sudahlah aku kuputuskan aku pulang ke rumah saja, itung2 sambil rehat bentar, tidak tahunya ternyata bapakku marah habis2an gara2 laptopku mati. Ibuku terpaksa bohong, bilang ke bapak kalau sudah diperbaiki dan cuma habis 25 ribu, namanya juga mahasiswa pak, wong ika itu gak pernah punya buku, punya juga cuma laptop satu, tiap hari belajarnya cuma sama laptop ya wajar kalau rusak. Byuh…padahal itu servisnya laptop habis 500ribu an. Ibuku bilang nanti bakal cari pinjaman buat biaya servis yang penting aku bisa cepet lulus. Balik ke kampus, stlh mnghadap pak dosen ku pergi ke ces.net ketemu sm tman2, liat TA mereka sudah hampir selesai, ku pun tinggal repair dikit lagi. Pikiranku masih bingung aku cari uang pengganti biaya servis, biaya TA yang kalau dihitung2 habis 1,5 jutaan lebih, dan sewa kontrakan yg blum lunas…hm..ku tenangkan diriku di musola untuk menghadapi ujian TA bbrp hari lagi. Tiba-tiba ada suara tembakan mengagetkanku yang baru saja salam di dua rakaat ba’diyah dhuhur. Oh ternyata HPku…”Ukh alhamdulillah beasiswa TPSDP batch 4 keluar lagi, tlg kasihtau tmn2″. Subhanallah..hampir aku tak percaya karena beasiswa itu sudah berakhir di semester kemarin mana mungkin keluar lagi. Tapi mataku berair, spontan ku sujud syukur, hbs itu ku sms teman2. Ternyata banyak dari teman2 yang jg membutuhkan beasiswa itu, ada yang buat biaya KP, buat keberangkatan sekolah lagi diluar negeri, biaya TA, dll..Jam 2 ku menuju BAAK dan subhanallah pengurusan beasiswa cepat sekali, tidak seperti biasanya yang lumayan mbulet dan pasti kena semprot ibu yang di BAAK. Tapi kali ini lain, seorang Bapak yang melayani. Bahkan ku tak perlu cari transkip ke jurusan yag juga butuh biaya 7500, tp Bapak di BAAK langsung mengeprintkan sendiri, memfotokopi KTP dan KTMku…smua yang ngurusi Bapaknya langsung secara gratis dan tanpa protes sedikitpun bahkan memberiku semangat. Alhamdulillah ya Rabbi..Engkau memberikan pertolongan dari arah yang tak kusangka sama sekali..dan Engkau memang sangat dekat…lebih dekat dari urat nadiku. Trimakasih ya Rabb…
Teriring doa slalu untuk ketiga pembimbing; Pak Holil dan Pak Bekti serta Mas Adit


Responses

  1. subhanallah ….. saya yakin dan percaya … Allah Maha Pengasih pasti memberi pertolongan pada kita ….. sungguh luar biasa ……

  2. Yaa Allah…
    saya terharu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: