Oleh: ikwanti | 24 Februari 2009

Terimakasih sudah menolakku

ku berdo'a“apakah itu cinta
apakah itu cita
yang mampu melengkapi lubang di dalam hati…”

Secuplik lagu Letto ‘Lubang hati’ itu mengingatkanku pada pertanyaan beberapa teman. Maka diriku pun bertanya, Apakah itu cita? Apakah itu cinta? Ku jawab sendiri; Sesungguhnya aku tidak berhak memilih semua itu. Karena semua sudah digariskan oleh Yang Diatas. Aku hanya minta yang terbaik, minta kesabaran dan keikhlasan atasnya.
Tidak hanya satu kali ada pertanyaan, “Mbak pean kok cepet dapat kerja, gimana caranya?” kata teman yang mengetahui kalau aku sudah kerja setelah di wisuda beberapa pekan. Benar kata temanku seringkali orang hanya bertanya bagaimana caranya mencapai keberhasilan, tapi jarang sekali ada orang yang bertanya bagaimana caranya bertahan ketika kegagalan itu terlalu sering menghadiri kita. Padahal sudah puluhan lamaranku tertolak. Sudah ratusan ribu uang yang habis untuk mencari pekerjaan. Sudah berkali-kali tes ku lalui tanpa label lulus. Terimakasih buat para HRD perusahaan2 yang telah menolakku. Ku katakan padamu, alhamdulillah aku mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari perusahaanmu.
Disisi lain ada pertanyaan, “Mbak pean ternyata sudah tua, kpn nikah?” << glodak!! >> [aku hanya tersenyum…perasaan aku imut begini, seperti anak yg usianya 3 tahun lbh muda dari aku deh🙂 kok dibilang tua :((]. Tak taukah bukannya aku tidak memikirkan hal itu. Malah ku pernah ingin nikah dini di semester 3-4. Karena ketika itu ada beberapa temen yang nikah tp akhirnya aktivitasnya berkurang bahkan melepaskan beberapa amanah di kampus. Maka dengan nikah dini itu ku pengen membuktikan bahwa menikah bukan halangan untuk bisa tetap kuliah dan aktif di berbagai unit kegiatan mahasiswa. Ternyata kenyataan berkata lain. Terimakasih buat pihak2 yang menolakku. Mungkin jika tidak ditolak aku sudah mati. Karena hanya menangani beberapa kegiatan dr unit berbeda dalam waktu bersamaan sja sudah cukup menguras tenagaku hingga drop berhari2. Bukannya aku menyerah sampai disitu. Sudah lama pula buku putih kuajukan. Saking lamanya sampai lupa isinya apa. Ya sedemikian lama tanpa pernah ku tau kemana saja perginya. Tanpa pernah ku tahu berapa banyak yang menolak ato bahkan tak ada yang meliriknya sama sekali. Kuucapkan terimakasih buat semua yang sudah menolak buku putih itu atau mungkin menyimpannya sehingga tidak beredar. Karena dengannya aku bisa menutupi lubang hatiku dengan cita dan cinta yang lain. Trimakasih telah menolaknya karena aku hanya akan bertemu dengan penerima buku putih itu yang taat pada Allah dan Rasul-Nya, yang tak pernah memperhitungkan kekayaan meski berlimpah ruah hartanya, yang tidak melihat keelokan rupa meski dirinya begitu mempesona, yang tetap mentaati jalan struktur meski berbagai jalan bisa dilaluinya, yang tetap bekerja keras meski keluarganya begitu kaya, yang tetap bersyukur meski dirinya begitu menderita, yang tetap tegar meski terlalu sering ujian menderanya. Bersabarlah teman2 dan saudara2ku insyaAllah Allah akan segera mempertemukanku dengannya.🙂

hatiku selembar daun melayang jatuh ditanah gersang
lalu terbang disapu angin
tak ada satupun yang menoleh, tak jua peduli
hanya berharap angin akan mempertemukannya
dengan harapan yang tak kunjung mjd kenyataan
berapa pun lamanya, harapan itu masih ada


Responses

  1. wah-wah terharu juga, ternyata …
    walaupun berbeda satu huruf tapi memiliki arti yang beda.
    Suatu saat pasti bertemu dengan orang yang memiliki CITA yang sama dalam sebuah naungan CINTA. Insya Allah ….

  2. Emang sudah ditolak berapa kali?
    Ya itu proses menuju sebuah CITA untuk mendapatkan CINTA yang sesungguhnya.
    Pasti ada yang lebih baik!

  3. wah.. wah.. wah.. bikin terharu juga tuch critanya … salut mbak atas perjuangannya wassalam🙂

  4. Allahu Akbar…

    Segala hal dalam genggaman Allah…

    maju terus….

  5. CkCKckck
    tak kusangka,..,..
    Perjuangan hidup yang tiada henti,..
    Kutunggu cerita selanjutnya,..
    Siapakah dia???
    wkwkwkwk

  6. “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan penipu memperdayakan kamu dalam Allah.” (QS. Luqman, 31: 33)

    “Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (QS. Al Qashas, 28: 60)

    “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagum-kan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al Hadiid, 57: 20)

  7. QS. Al-Baqoroh 216..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: