Oleh: ikwanti | 11 Juni 2009

Sukses jangan terlena, Gagal jangan merana

Semudah apapun sebuah usaha, hendaknya seseorang bertawakal setelah usaha itu dicoba. Agar ia tidak kehilangan hikmah dibaliknya. Dan bila saja usaha itu tidak dalam kemampuannya, ia bisa meneguhkan hatinya untuk ridha dengan apa yang diberikan Allah, dan tidak memaksakan diri melakukan usaha yang memang tidak ia bisa. Muhammad bin Jamrah

Subhanallah kalimat itu begitu dalam maknanya. Mengingatkan kembali kepada kita ketika sebuah usaha dimudahkan oleh Allah sesuai dengan keinginan kita. Ketika sedang menjalankan suatu amanah, misal mengadakan suatu kajian ke-Islaman. Dan saat itu jumlah peserta yang hadir luar biasa banyaknya. Kita pun lega, senang bukan main mengingat usaha keras untuk kesuksesan acara tersebut tidak sia-sia. Kemudian kita pun semakin bangga ketika para peserta puas dengan acara yg kita adakan.
Namun seringkali kita tidak menyadari bahwa kesuksesan itu bukan karena kita. Seringkali kita lupa mengucap syukur, memuji Kemahaperkasaan Yang Membuat Kesuksesan tersebut. Sehingga seringkali pula sebuah kegiatan dari kacamata kita nilai sukses besar tapi sejatinya tanpa ruh. Materi-materi kebaikan yang kita sampaikan berlalu tanpa bekas disebabkan oleh ketawakalan kita meluntur karena kebanggaan tersebut. Terkadang kesuksesan tersebut pun berlalu tanpa meninggalkan pembelajaran untuk masa mendatang.
Dan ketika suatu amanah itu terlaksana tidak sesuai yang kita harapkan…pun demikian…harusnya efeknya sama dengan seperti ketika amanah itu berjalan sesuai harapan kita. Kecewa, sedih mungkin iya. Tapi tidak berlebihan. Kekecewaan itu mendekatkan kita pada ketidak ikhlasan setelah kita berusaha keras. Beda lagi kl emang sebelumnya tidak berusaha keras trus kecewa dan bilang “sy tawakal sj pada Allah”. Wah ini namanya mengharap buah tanpa pohon🙂. Karena tidak ada tawakal sebelum ikhtiar ato berusaha. Karena kewajiban kita hanya berusaha. Kalopun endingnya tidak seperti yang diharapkan, pasti juga ada hikmahnya. Bisa jadi ketika itu berhasil justru berdampak buruk terhadap diri kita, mungkin kita akan jadi bangga berlebih. Karena keberhasilan bukanlah kuantitas hasilnya tapi kualitasnya usaha dan dampak dari usaha tersebut.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: