Oleh: ikwanti | 22 Januari 2010

Jangan Takut Menikah

Ahad, 17 januari ’10
“Aq ukh, jam 7 pagi kerjaan rumah tangga harus sudah selese. Karena suamiku masuk jam 7. Kalau nyuci pagi gak cukup waktunya. Jadi malam2 jam 10an gitu masih nyuci. Pdhl ku kerja dri pagi sampe sore. Terus sampai rumah masih harus memasak.”…cerita temenku yang silaturahim ke rumah bada magrib ini. Maklum mereka msih pengantin baru, mgkn masih kaget dengan kehidupan rumah tangga yang bisa jadi tidak seperti yang ia bayangkan sebelumnya.
Lanjutnya, “Padahal ku masuk kerja jam 8.30. KArena motor cm 1 jadi ya kadang rebutan. Kadang gitu ukh, aq cm diantar smp pertigaan depan itu untuk naek bemo karena dia keburu telat. Motor gitu aja ku kredit sendiri, msh kurang 1 thn. Trus ni yang punya rumah tiba2 minta dikontrakkan ato kalo tidak kita siap2 pindah. Suamiku bingung hrs gimana, smp dia pernah pingsan dijalan. Lha ana sendiri juga bingung lho ukh. Pdhl dlu yg punya rmh mnta klo 1 thn 3jt, ato kl bulanan 350rb. Lha ini minta 3,5 jt untuk 1 th skliagus. Tabunganku sendiri kan sdh habis buat bayarin kos yang ini. Soalnya kos yang dulu dia yang bayarin. Gantian gitu critanya…anti enak ada ini itu dll…bla..bla..” masih panjang lebar. Ku setia mendengarkan curahan hatinya, tapi kadang juga ingin ku bantah🙂
MasyaAllah kehidupan yang cukup sulit dibanding awal pernikahanku dlu. Apa yang diceritakkannya membuatku semakin bersyukur dengan kehidupanku yg alhamdulillah lbh baik darinya. Meski apa yang ia alami juga pernah ku alami.
Tapi jangan takut menikah. InsyaAllah rezeki dan pahala orang yg nikah itu lebih banyak. Saya dulu juga tidak tau mau tinggal dimana setelah nikah, tapi alhamdulillah Allah ngasih tempat tinggal gratis slama beberapa bulan, rumah hunian untuk 2 orang yg sangat luas sekaligus kantor dakwah. Setelah masa kontrakan kantor itu habis, qt jg tidak kesulitan untuk mencari rumah baru dan membiayainya, karena ada saudara-saudara dijalan dakwah yang membantu mencarikan dan perhatian dengan kami. Ketika kami butuh kompor dan LPG untuk memasak, maksud hati kami akan berusaha membelinya sendiri ternyata ada saudara dijalan dakwah yang memberinya. Piring, gelas, ricecooker, dispenser, kipas angin, alat-alat masak sampai bawang merah semua ada yang ngasih tanpa kami minta dan tanpa pernah kami bayangkan mereka akan memberinya. Bahkan TV pun kami dpt pinjaman gratis. Subhanallah…Mahasuci Allah yang mengumpulkan kami dalam sebuah pernikahan yang insyaAllah syar’i dan mudah2an dapat berkontribusi lebih besar kepada umat dan dakwah. amin


Responses

  1. hal pertama yg sy azamkan,tabung, bl nt menikah adalah membeli wash machine, bl yg mampu…mengutip opini Ust.Anis Matta, Serahkan semuanya pd mesin,waktu kita terlalu berharga bl hny utk mengurus urusan dapur…kategori hiwar ya ..ga mesti ditelen mentah2 jg

    • spakat mbk🙂

  2. Rasul SAW tercinta adl sebaik2 dai, muharrik,sebaik2 qiyadah juga sebaik suami. pun begitu, beliau menjahit pakaiannya yg sobek sendiri, mencuci sendiri memerah susu sendiri, fatimah pernah meminta kpd beliau utk diberikan seorang pembantu utk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tanggany, namun apa kata rasul, Rasul pun berkata “Wahai anakku bersabarlah. Sesungguhnya sebaik baiknya wanita adalah yang bermanfaat bagi keluarganya”. karena pekerjaan rumah tangga itulah salah satu ladang jihad bagi ibu rumah tangga. Wallahua’lam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: