Oleh: ikwanti | 7 Februari 2011

Dahsyat nya Kekuatan Sedekah

Berikut ini adalah kisah nyata beberapa orang yang ikhlas bersedekah dan akhirnya mendapatkan berkah dari sedekahnya.
Yang pertama sebutlah namanya Mbk Siti. Saat itu saya dimintai tolong temen (Mbak Minah) untuk mengantarkan sedikit bantuan dana ke Mbak Siti yang akan digunakan untuk pengobatan anak kedua nya. Katanya si anak ini mengalami kelainan di kakinya. Si mungil yang belum genap 5 tahun meski telah duduk di bangku sekolah PAUD, namun masih sering terjatuh bila berjalan. Bahkan hanya sekedar berdiri pun dia seringkali terjatuh. Bila dilihat secara detail telapak kakinya memang tidak seperti kebanyakan anak2 normal yang lurus/rata dg tanah, tapi miring atau bisa dikatakan bengkok. Bila dibiarkan, anak ini akan mengalami lumpuh di kakinya sehingga tidak bisa berdiri dan berjalan. Setelah dibawa dokter ortopedi, solusinya adalah dengan mengenakan sepatu terapi. Dan harga sepasang sepatu kalo ndak salah 2jt an waktu itu. Itupun harus pesan dulu dan jadinya agak lama. Bisa 1 bulanan. Bila tidak segera memakai dikhawatirkan sudah terlambat, ndak bisa disembuhkan.
Awalnya, Mbak Minah minta agar saya menyelidiki terlebih dahulu bagaimana kondisi kesehatan anak tersebut plus kondisi perekonomian Mbk Siti. Soalnya kaalu dilihat dari penampilan luar, Mbak Siti terlihat seperti orang cukup mampu. Tetapi kalau memang benar2 tidak mampu, dana yang dia titipkan dikasihkan smua. Namun bila terlihat mampu, sebagian minta disisihkan untuk dikasihkan ke orang yang lebih membutuhkan. Dan temen saya ini juga sempat berpikiran aneh-aneh ke mbak Siti. Soalnya pas dia mengumpulkan dana tersebut, temen2 yang dia mintai itu ndak biasanya sedermawan itu. Tapi pas dia menceritakan kisah Mbak Siti, dia langsung kasih dalam jumlah besar. Padahal biasanya kalau dimintai bantuan; susah. Lha kan temen saya jd tanda besar “kok tumben??”🙂 Masa di apa2in sama Mbak Siti?
Setelah saya pergi ke rumahnya Mbak Siti untuk mengantarkan bantuan tersebut (dengan menyembunyikan bahwa saya ini temannya Mbk Minah), Mbak Siti ternyata orangnya terbuka dan cukup ramah. Di rumah berukuran kira-kira 3×3 m itu, dia banyak menceritakan kisah hidupnya. Kerja suami nya yang serabutan dan usaha jahitnya yang tidak terlalu rame. Ditengah kondisi yang pas-pasan dia bertekad untuk memperhatikan pendidikan dan kesehatan anak-anaknya secara serius. Makanya ketika putri keduanya ini mengalami kelainan, dia tidak segan2 mengeluarkan seluruh uang tabungannya hanya untuk konsultasi ke dokter ortopedi. Namun setelah sekian lama, uang yang ditabungnya ternyata tidak cukup juga untuk membelikan sepatu terapi untuk putrinya.
Tidak terasa waktu hampir sejam telah berlalu. Maka inti dari kedatangan saya ungkapkan. Amplop titipan Mbak Minah saya berikan ke Mbak Siti. Mbak Siti terkejut meski dia juga sempat menyangka kalau saya ini mungkin utusan dari Mbak Minah. Tapi dia tidak menyangka kalau saya datang bersama amplop yang dia butuhkan untuk membelikan sepatu terapi itu. Tak henti-hentinya dia mengucap syukur. Lalu dia pun kembali bercerita, bahwa tiap kali dia membutuhkan bantuan, ternyata rizki Allah itu selalu datang tak disangka-sangka. Dulu dia pernah di datangi oleh seorang pengemis yang sedang hamil besar, meminta bantuan 175rb untuk membayar kos nya. Padahal saat itu Mbak Siti cuma punya uang 100rb. Akhirnya dia harus meminjam tetangganya 75rb demi pengemis tadi. Padahal uang 100rb itu pun hasil kerja keras suaminya yang kadang bekerja, kadang tidak. Dulu dia pernah bertanya ke suaminya, kalau berapapun uang yang dia sedekahkan, apakah suaminya ikhlas? Suaminya bilang iya ikhlas. Tak disangka ternyata setelah Mbk Siti sendiri mau melahirkan anak pertamanya, uangnya tak cukup untuk membayar biaya persalinannya yang kurang 600rb. Pada saat kepepet itu, alhamdulillah ada orang yang memberikannya bantuan untuk melunasi biaya persalinan. Begitu juga dengan saat ini pun dia juga tidak menyangka kalau ibu pengemis yang pernah mendatanginya beberapa tahun lalu itu datang kembali ke rumahnya untuk meminta bantuan lagi. Namun Mbak Siti tidak lagi mengenali ibu itu. Ibu itu yang mengatakan bahwa dia pernah k rumah Mbak Siti pas hamil besar. Tanpa berpikir yang aneh-aneh, Mbak Siti pun kembali memberikan sejumlah uang yang dia butuhkan. Dan disaat Mbak Siti sendiri sedang membutuhkan dana untuk terapi putrinya, subhanallah ada Mbak Minah yang mencarikan dan memberikan bantuan untuknya. Dia sangat bersyukur meskipun pas-pasan namun dia percaya bahwa saat terhimpit pun jika tetap membantu orang lain, Allah pasti akan menolongnya juga ketika dia sendiri terhimpit.
Kisah selanjutnya sek menyusul…( kapan-kapan kalau sempat😀 )


Responses

  1. “Berikut ini adalah kisah nyata beberapa orang yang ikhlas bersedekah dan akhirnya mendapatkan berkah dari sedekahnya.
    Yang pertama sebutlah namanya Mbk Siti.”
    Coment : kisah nyata kok namanya bukan nama sebenarnya??? hehe… piss ^^V


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: