Oleh: ikwanti | 7 Februari 2011

Pantai Kenjeran vs Pantai Camplong

pantai kenjeran ketika surut
pantai kenjeran ketika surut

Liburan tahun baru imlek yang jatuh pada hari Kamis, 3 Februari ’11 kemarin saya sempet jalan-jalan ke Pantai Kenjeran. Pengennya sih seperti dulu, pergi ke pulau pasir yang ada disana dan berburu “patrik” si bintang laut. Eh ternyata disana sedang surut, laut nya tidak ada airnya sejauh mata memandang hanya lumpur…yach mana bisa anek perahu…..:( Ngomong-ngomong soal tiket masuk, masih tetap sama Rp 2.500/orang. Naek perahu ke pulau pasir Rp 20.000/perahu untuk sekali dayung (motor)
Berhubung di pantai kenjeran tidak ada airnya, akhirnya kita pergi ke pelabuhan Perak, naek perahu nyebrang ke pulau Madura. Sampai disana, ya masa cuma

naek perahu keliling pantai camplong

naek perahu keliling pantai camplong

nyebrang doang. Trus kita keliling nyari sarapan dulu sambil bertanya ke orang disana, tempat wisata yang terdekat dimana. Kita dapat referensi di daerah Camplong. Yach…ku kan udah pernah kesana beberapa kali…ya sudahlah tidak apa yg penting refreshing.
Perjalanan dari pelabuhan Kamal-Pantai Camplong cukup lama, skitar 2,5 jam bila ditempuh dengan angkot (bison-bis mini). Namun sayang, jalan raya nya banyak yang

pantai camplong
pantai camplong

berlubang sehingga tidak jarang kita harus bergoyang-goyang keras ketika berada di kendaraan. Tarif bison untuk sampai kesana cukup murah yaitu 7-8rb/ orang. Jaman tahun 2006 ketika saya kesana, pantai ini kurang terurus, sehingga tidak terlalu banyak pengunjungnya. Bahkan petugas penjaga pun tak ada. Fasilitas umum seperti musola, kamar mandi, kantin jg tak terlihat. Namun kemarin ketika saya kesana, pantai ini sudah banyak berubah. Mulai dari penjaga tiket pun sudah tersedia. Untuk masuk ke pantai ini kita cukup membayar 3rb saja. Bangunan-bangunannya pun banyak yang baru, mulai

pantai camplong cukup bersih

pantai camplong cukup bersih

dari kios-kios suvenir (sayang kemarin masih sedikit yg buka), mushala, kamar mandi, pedagang makanan khas seperti rujak Madura, bakso, es degan, dll banyak berjejer di halaman pantai. Jasa perahu keliling pun semakin banyak. Tarifnya juga lumayan murah 20-25rb/perahu untuk sekali berlayar kita sudah bisa berkeliling ke laut yang menghadap Samudra Hindia. Subhanallah pemandangannya yang indah, biru lautnya…lumayan bersih dan belum tercemar cukup membuat pikiran dan badan fresh kembali…

 


Responses

  1. tepatnya selat madura. bukan samudra hindia. kecuali anda di pantai selatan jawa tengah.

  2. Fantastic blog right here! Also, your site loads up quite rapidly! What host are you working with? Can I get your affiliate website link for your host? Then perhaps we both can benefit.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: