Duhai Rabb, hari ini usiaku smakin bertambah. Waktuq di dunia pun smakin berkurang. Dan Engkau tlh mnetapkan pr penghuni surga dan neraka, maka dimanakah tempat tinggalku di akherat kelak? Ya Rabb jadikanlah amalanku yang terbaik adalah amalan yang terakhir ketika malaikat maut datang menjemput ajal ku, dan usia yang paling bermanfaat adalah di penghujungnya dan hari yang terindah adalah hari ketika ku menghadapMu…
Ujung-Awal tahun baru-q
Ditulis dalam ceritaku
Sukses jangan terlena, Gagal jangan merana
“Semudah apapun sebuah usaha, hendaknya seseorang bertawakal setelah usaha itu dicoba. Agar ia tidak kehilangan hikmah dibaliknya. Dan bila saja usaha itu tidak dalam kemampuannya, ia bisa meneguhkan hatinya untuk ridha dengan apa yang diberikan Allah, dan tidak memaksakan diri melakukan usaha yang memang tidak ia bisa. ” Muhammad bin Jamrah
Subhanallah kalimat itu begitu dalam maknanya. Mengingatkan kembali kepada kita ketika sebuah usaha dimudahkan oleh Allah sesuai dengan keinginan kita. Ketika sedang menjalankan suatu amanah, misal mengadakan suatu kajian ke-Islaman. Dan saat itu jumlah peserta yang hadir luar biasa banyaknya. Kita pun lega, senang bukan main mengingat usaha keras untuk kesuksesan acara tersebut tidak sia-sia. Kemudian kita pun semakin bangga ketika para peserta puas dengan acara yg kita adakan.
Namun seringkali kita tidak menyadari bahwa Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam coretan
Indonesia Menjadi Obyek “Wisata Seks” Terpopuler Bagi Turis Arab
Indonesia Menjadi Obyek “Wisata Seks” Terpopuler Bagi Turis Arab. Begitu judul berita di eramuslim.com. Disebutkan bahwa ketika Indonesia menjadi obyek dakwah dan ladang persemaian gerakan-gerakan Islam yang berasal dari negara-negara Arab, di sisi yang lain Indonesia juga menjadi obyek “wisata seks” yang sangat populer bagi turis-turis Arab.
Dan lebih naifnya lagi, praktik ini dilegalkan oleh salah satu fatwa ulama mereka. Salah satu ulama yang melegalkan praktik demikian adalah Syaikh Abdullah bin Baz, ulama yang menjadi rujukan penting kalangan salafi-wahhabi. [klik disini untuk melihat berita selengkapanya]. Pertanyaannya benarkah Syaikh Abdullah bin Baz berfatwa seperti itu?
Ditulis dalam artikel
mengejar istana langit
Dari dulu aku sangat iri dengan para Murobi/ustad/ustadzah. [iri karena kebaikan kan boleh...:)]. Mereka punya peluang besar untuk mendapatkan istana di surga. Ku lupa bunyi dalilnya bagaimana, yang sering kudengar “yang memudahkan nikah seseorang akan mendapatkan istana di surga”. Yup, just it!! Riwayat itu benar2 luar biasa bagiku. Meski ku sendiri juga belum nikah tapi demi Sang Penggenggam Hati ini, demi cintaku pada-Mu ya Rabb, demi cintaku pada saudara-saudaraku ya Rabb dan demi jiwaku yang belum Engkau panggil ya Rabb ijinkan aku mengejar istana-Mu.
Tetapi mencarikan jodoh untuk seseorang tidak semudah mencari barang di pasar. Dan tentu saja menurutku ada adabnya. Kawan, tidak kah engkau juga menginginkan istana surga itu? Tapi hati-hati, ada beberapa hal engkau perlu diperhatikan agar tidak tersasar ke istana di neraka. Pertanyaannya; “Bolehkah orang yang belum menikah membantu memproseskan nikah orang lain?” Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam coretan
Jalan Menggenapkan Dien 2
Sebelum baca ini, baca dulu Jalan menggenapkan dien 1 (pelajaran buat yg belum nikah). Kalaupun kita nanti meninggal dalam keadaan belum menikah, paling tidak, niatan untuk kesana sudah ada sehingga kita tidak tercatat sebagai pengikuti Rasulullah yang mengingkari sunahnya (tidak menikah). Karena niat yang belum terlaksana insyaAllah sudah tercatat sebagai kebaikan seperti sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam didalam sebuah hadits qudsinya, dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
“Apabila hamba-Ku berkehendak untuk melakukan satu kebaikan, maka tulislah oleh kalian (para malaikat) baginya satu pahala kebaikan dan jika hamba-Ku berkehendak untuk melakukan satu kejahatan, akan tetapi ia tidak melakukannya, maka tulislah baginya satu pahala kebaikan; seperti orang yang menderungkannya dengan keberanian dari-Ku. Sedang apabila ia melakukan kejahatan tersebut, maka tulislah baginya dosa seperti apa yang telah ia lakukan.” (Muttafaq ‘Alaih)
Trus bagaimana dengan nikah itu sendiri? Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam coretan
Kampanye PKS berbagi “keindahan” melebihi angpau Rp 50-ribuan
Ribuan masa kader dan simpatisan membanjiri Gelora Sepuluh Nopember, Surabaya 5 April 09 dalam kampanye PKS putaran akhir. Ku bersyukur bisa bergabung dalam jamaah ini. Jamaah ini telah mengajarkan bahwa sesungguhnya kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang kita punya. Shalat di awal waktu, rawatib, dhuha, tahajut, tilawah tiap hari minimal 1 juz, dzikir pagi dan petang…rutin everday, mencari maisyah, memperhatikan keluarga, tetangga, mengisi kajian di berbagai tempat, memberikan pelatihan-pelatihan diberbagai pelosok yang kadang jaraknya tidak dekat, belum lagi amanah mencari dukungan dari masyarakat untuk dakwah ini….subhanallah alangkah berat dan banyaknya … Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam coretan
Bertahanlah saudaraku
sesungguhnya Engkau tau bahwa hati ini tlah berpadu
berhimpun dlm naungan cintaMu
bertemu dlm ketaatan
bersatu dlm perjuangan menegakkan syariat dlm kehidupan
…
dowload nasyid izzis ‘rabithah’
subhanallah… Maha Suci Engkau ya Rabb yg tlah memberikan kami kesempatan menapaki jalan dakwah yg begitu panjang yang tak slalu lurus dan mulus..tapi begitu banyak yang kelokan, duri dan kadang sepi…
tapi kekuatan ukhuwah yg terbina dalam tiap untaian doa itu insyaAllah cukup bagi kami untuk tetap kuat dan bertahan disini, di jalan dakwah ini. Untuk saudaraku yang terpisah jarak tak terhingga, betapa hati ini tidak teriris, betapa air mata ini tidak akan mengalir tiba2 ku terima SMS darimu, “betapa banyak yg berguguran ketika bekerja, dan salah satunya ana.”
Sungguh air mata ini tak henti mengingati perjuangan kita dlu
di cela orang, di caci dimana-mana, dan kami pun saat itu hampir jatuh…kami hampir sj mengundurkan diri…
tidakkah engkau ingat saat itu Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam ceritaku
Lindungi para qiyadah kami Ya Rabb
Maraknya bbrp berita miring tentang para qiyadah kami di parlemen…masyaAllah mudah2an tidak mengurangi ketsiqohan kami kepada mereka. Mulai dari pemberitaan yang berlebihan pada salah satu anggota dewan yg pergi ke panti pijat, dugaan suap pembangunan dermaga, perpecahan dua kubu di para qiyadah kami, dll. Ya Allah sesungguhnya kami pun sebenarnya kalau disuruh memilih, kami akan memilih bekerja untuk diri sendiri. Tapi karena ketaqwaan kepada-Mu lah kami sanggup memenuhi panggilan seruan itu ketika itu diamanahkan kepada kami. Ya Allah demi dakwah ini tunjukanlah kebenaran, lindungi para qiyadah kami dalam ketaqwaan kepada-Mu. Sesungguhnya Engkau tau untuk siapa kami bekerja…dan kami yakin Engkau tidak akan menyia-nyiakan tiap tengadah tangan hamba-hambaMu yang berpasrah kepada-Mu.
Ditulis dalam coretan
Kita harus kaya, karena surga orang2 kaya lebih indah
Katanya kata: orang miskin itu gampang masuk surga dan orang kaya susah masuk surga. Apakah dengan adanya pernyataan seperti itu lantas kita memilih menjadi orang miskin? Orang kaya susah masuk surga bukan berarti tidak bisa masuk kesana. Ibaratnya kita naek kreta, tiket ekonomi bisa di dapatkan dengan mudah oleh siapapun. Tapi fasilitas yang di dapatkan ya seperti itu…panas, kursi rebutan, banyak asap rokok sembarangan dan sering kali harus berdiri dan berdesak-desakan. Tetapi tiket eksekutif meski harus antri dan mahal tapi fasilitas yang di dapatkan luar biasa: AC, makan, snack, tempat duduk enak, dapat selimut dan ndak bakal berdesak-desakan dan tidak ada asap rokok. Begitu pula orang kaya, meski harus lama antri di yaumul hisab, tetapi begitu Allah menemukan bahwa seluruh kekayaan itu digunakan di jalan kebenaran karena Allah, maka surga yang didapatkan pun insyaAllah akan lebih indah dari orang miskin. So, berazamlah/berambisilah menjadi orang kaya tetapi bukan ambisius (ambisi yg menghalalkan segala cara). Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam coretan
Shalatlah di akhir waktu bila ingin doamu lama terkabul
Manusiawi memang kalo keimanan sesorang kadang naik turun. Namun alangkah sangat bijak jika pada keadaan turun, kita berusaha untuk segera bangkit. Ada banyak cara untuk membangkitkan kembali semangat ibadah dan keimanan kita. Misalnya ketika kita berada dalam situasi sangat malas atau menunda-nunda untuk segera menjalankan shalat. Ingatlah satu kalimat yang cukup mencambuk diri kita untuk segera bangkit dan menegakkan shalat: “Bagaimana jika seandainya Allah mengabulkan doa kita secepat kita memenuhi panggilan adzan??!!“. So, sudah sholatkan kita? yuk segera penuhi panggilan adzan..
Ditulis dalam coretan